Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

LEMBAYUNG (Episode 3)

Kamar pengap.
Lembayung duduk menyendiri di sudut kamarnya. Ia memegangi kepalanya yang terasa amat berat. Kata-kata Jali tadi siang berputar-putar di kepalanya.
“Lagian Genta kan orang baik, pastilah sekarang dia udah masuk surga”
Sesaat kemudian Lembayung kembali mengingat kejadian dua tahun yang lalu. Kala itu Lembayung masih berusia 15 tahun. Ia masih mampu menjalani hari-harinya yang berat karena ada Genta, satu-satunya keluarganya yang masih tersisa semenjak ayah dan ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan saat ia masih berusia 9 tahun. Saat itu dalam hatinya ia masih menyimpan seberkas harapan untuk masa depannya.
Siang, sepulang sekolah ia segera kembali ke rumah. Semenjak ia berdiri di depan pintu gerbang sampai akhirnya menerobos masuk ke dalam kamar kakaknya ia tidak berhenti memanggil-manggil nama Genta. Awalnya Lembayung tidak menyadari apa yang sedang dilakukan oleh Genta. Genta duduk berlutut di depan meja. Cuma ada sampah dan hal hal tidak penting lainnya disitu. Di d…

12

Saya, tangis sedan penuh sesenggukkan
Sakit hati dan
Luka tertorehkan
Minta maaf pada Tuhan
Mohon segala ampunan

Aku sayang Tuhan Yesus.
***

LEMBAYUNG (Episode 2)

Taman.
Lembayung berjalan menyusuri sekeliling taman sebelum akhirnya memilih sebuah tempat duduk yang terletak di tengah-tengah taman. Ia merasa begitu tenang di tengah hiruk pikuk kendaraan yang memadati ibukota. Matanya menatap lurus kedepan, sambil mengosongkan pikirannya, ia berdiam diri. Saat menikmati kediamannya, seorang lelaki dengan langkah tidak terburu-buru berjalan menuju kearahnya. Duduk tepat di bangku taman kosong yang ada di sebelahnya. Lelaki itu membiarkan Lembayung tidak memperhatikan kehadirannya. Lembayung pun bukannya tidak tahu akan kehadiran lelaki tersebut. Hanya saja ia memilih untuk tetap diam dan tidak bereaksi sedikitpun. Ia tetap menatap lurus ke depan sampai akhirnya lelaki tersebut mengangkat bicara.
“Lagi ngapain?”
“Kenapa nanya kaya gitu?”
“Kenapa apanya?”
“Yah bukannya lo selalu tau apa yang gue lakuin..”
Lembayung masih belum memindahkan pandangan matanya.
“Apa? Merenungi hidup?”
Lembayung terdiam.

Lembayung (Episode pertama)

Kelas.
Kesepian yang diwajibkan..
14.23
Apalah arti semua hal ini
Untuk hidupku yang sudah tidak lama lagi
Iya, itu pasti
Lihat saja nanti
Kalau maut masih enggan menjemputku
Biarlah aku yang terlebih dahulu menyongsongnya

14.29
Tik tak tik tak tik tak tik,,
Bunyi ketukan pensil Lembayung bercampur dengan detak irama jam dinding yang semakin lama semakin mengganggu.

14.30
KRINGGGG……!!!!!!
Lembayung segera mengemasi buku-bukunya lalu bergegas keluar kelas sebelum teman-temannya selesai berkemas. Ia berjalan keluar dengan pandangan kosong. Selepasnya dari gerbang sekolah, Lembayung mengeluarkan sebungkus rokok. Menarik keluar sebatang dari padanya seraya memantikkan api pada ujungnya, lalu menghisapnya dalam-dalam. Sambil menunggu angkutan di jalan raya depan sekolah.

>>><<<

Atas bis yang melaju.
Lembayung duduk di pinggir jendela, mempersilahkan angin menghamburkan rambutnya. Membiarkan orang melepas pandangan curiga dan menaruh prasangka atas peril…

Lembayung. Sebuah Pengantar..

Halo semuanya. Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk berkunjung. Terhitung semenjak hari ini, Rabu, 12 Agustus 2009, di blog saya ini akan hadir cerita bersambung bertajuk "Lembayung."

Mohon masukkannya ya. Di kotak comment dan juga polling di halaman paling bawah, ayo tolong diisi yah. Terima kasih banyak. Selamat menikmati. Semoga bisa diterima :)

selamat jalan, Rendra..

Sajak Rajawali

sebuah sangkar besi tidak bisa mengubah rajawali menjadi seekor burung nuri

rajawali adalah pacar langit dan di dalam sangkar besi rajawali merasa pasti bahwa langit akan selalu menanti

langit tanpa rajawali adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma tujuh langit, tujuh rajawali tujuh cakrawala, tujuh pengembara

rajawali terbang tinggi memasuki sepi memandang dunia rajawali di sangkar besi duduk bertapa mengolah hidupnya

hidup adalah merjan-merjan kemungkinan yang terjadi dari keringat matahari tanpa kemantapan hati rajawali mata kita hanya melihat matamorgana

rajawali terbang tinggi membela langit dengan setia dan ia akan mematuk kedua matamu wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka

selamat jalan, si burung merak,

selamat jalan Rendra..

and i say: "welcome myself"

so, ever since there's nobody here to greet me: "hello, welcome, have fun," i decided to say these words to my very own self: "hello, darling. welcome, please feel free to write anything you want, right here, anytime. share your thoughts and minds, everything, darling. have fuuun :)"

and i replied to myself: "thanx :) okay, now, let me have some fun here, write here, right now :)"