Wednesday, September 09, 2009

LEMBAYUNG (Episode 5)


Senin sore.
Seperti biasa, selepas jam sekolah Lembayung berkunjung ke taman favoritnya. Ketika sedang duduk-duduk sambil menghisap rokok di bangku taman yang biasa didudukinya, tiba tiba seorang laki-laki menghampirinya. Kali ini bukan seseorang yang dikenalnya. Bukan seseorang yang pernah dilihatnya atau dijumpainya sebelumnya, tapi lelaki tersebutlah yang pernah bahkan telah sering melihatnya dan mengamatinya dari jauh. Lelaki itu memulai pembicaraan dengan tenang
“Saya sering lihat kamu kesini”
Tidak ada jawaban dari Lembayung. Ia memang tidak bermaksud untuk mengindahkan kedatangan lelaki tersebut.
“Sorry, mungkin saya udah ganggu waktu kamu..”
Seraya meneruskan kalimatnya ia menjulurkan tangan kanannya dengan maksud memperkenalkan diri
“Anda.”
“Heh?”
Akhirnya dari mulut Lembayung keluar sepatah kata. Walau bukan kata yang berarti sesuatu, setidaknya lelaki tersebut merasa akhirnya diperhatikan juga. Ia menyambut sepatah kata dari Lembayung dengan seulas senyuman.
“Maksud saya, nama saya Anda.
Boleh saya tahu nama kamu?”
“Kayanya saya ga punya urusan sama kamu. Dan saya ga mau buang-buang waktu saya untuk kenalan sama kamu.”
“Memang mungkin saya udah buang waktu kamu. Saya minta maaf untuk itu. It’s okay kalo kamu nggak mau kenalan sama saya. Cuma saja saya lihat kamu sering banget datang ke tempat ini. Dari gerak gerik kamu rasanya kamu punya masalah yang cukup berat. Saya berharap bisa bantu kamu dalam menyelesaikan masalah kamu.”
Lembayung sama sekali tidak menggubris lelaki tersebut. Ia meneruskan merokok sambil memandang ke arah lain. Dalam hati ia masih ingat nasihat Bunda selagi ia masih kecil. Jangan berbicara dengan orang asing. Lembayung mematuhi hal tersebut, sampai sekarang.
“Gimana, mungkin kamu mau cerita sama saya tentang masalah kamu?”
“Maaf itu bukan urusan kamu.”
Lembayung pergi meninggalkan lelaki tersebut, yang tidak lain bernama Anda. Ia benar benar terganggu rupanya dengan sikap Anda yang ingin ikut campur dan lancang. Anda mengekornya dari belakang, tergopoh-gopoh setengah berlari berusaha mensejajari langkahnya.
“Saya beneran serius mau bantuin kamu loh, Lembayung..!”
Kata kata Anda membuat Lembayung tersentak. Dari mana Anda mengetahui namanya? Lembayung segera menghentikan langkahnya seraya menengok ke arah Anda. Anda berhenti mendadak, semendadak berhentinya langkah kaki Lembayung.
“Saya kira kamu ga akan berhen..”
Kalimat Anda diselak oleh Lembayung
“Darimana kamu tahu nama saya?”
Anda tersenyum puas. Usahanya berhasil.
“File kamu ketinggalan tadi.”
Dari balik punggunya ia menunjukan file Lembayung. Lembayung merampasnya dengan kasar.
“Saya rasa kamu udah keterlaluan deh. Kamu udah ganggu privacy saya.”
“Maaf, saya Cuma pengen balikin itu ke kamu”
“Oke, makasih.”
Lembayung berbalik lalu pergi meninggalkan Anda. Tapi Anda ternyata masih belum menyerah, ia mensejajari langkah Lembayung. Kali ini kemarahan Lembayung sudah benar-benar memuncak. Ia tidak lagi mampu menahan-nahan emosiya yang meledak-ledak.
“Mau lo tuh apa sih?”
Lembayung berteriak. Semua orang disekitarnya menoleh mencari sumber dari suara teriakan yang tidak lain disebabkan oleh Lembayung.
“Maaf, maaf, kayanya saya udah bener-bener ganggu kamu deh. Saya kan udah bilang dari tadi, saya cuma pengen bantuin kamu.”
“Oke, masalah gue adalah ada cowo bangsat yang annoying BANGET yang daritadi ngikutin gue terus dan bisanya bikin gue gak nyaman. Sekarang gue mau minta tolong ama lo supaya ngusir tu cowo. Bisa kan lo tolongin gue?”
Anda tersenyum menanggapi Lembayung yang sedang mencoba menyembunyikan rasa kesalnya dengan berbicara dalam nada yang tenang dan penekanan pada setiap katanya.
“Yaa, yaa, yaa. Saya bakal nolongin kamu untuk mengusir diri saya sendiri. Kalau kamu ga mau membiarkan saya menolong kamu untuk memecahkan masalah kamu yang lain, kamu Cuma perlu tahu bahwa hidup memang ga mudah. Cobaan-cobaan yang datang itu untuk bikin kamu makin kuat dan matang. Semakin banyak cobaan yang dihadapkan ke kamu akan semakin kuat pula kamu. Selamat menghadapi hidup yaa..!”
“Halah, Bullshit!”Teriak Lembayung tanpa menengok sedikitpun kearah Anda. Anda harus setengah berteriak untuk menyelesaikan kalimatnya. Karena dari awal ia berbicara Lembayung juga telah meninggalkannya. Tapi diam diam Lembayung mendengarkan kata kata yang keluar dari mulut Anda dan menyimpannya dalam lubuk hatinya yang terdalam.

>>><<<

Aneh
Rasa itu menggelantung di hati Lembayung. Ia tidak mengira kalau perlakuannya pada Anda akan menimbulkan rasa yang begini rupa pada dirinya. Kenapa masih ada orang seperti Anda di jaman edan seperti sekarang ini? Orang yang begitu bodohnya mau menawarkan bantuan kepada seseorang yang belum dikenalnya. Sungguh membingungkan, pikir Lembayung. Hanya saja mungkin Lembayung tidak akan pernah mengerti, bahkan tidak punya cukup waktu untuk mencoba mengerti.

>>><<<

Malam, hampir pagi.
Jali terjaga dari mimpinya. Ia meraih henfonnya utk melihat jam. Pukul 2 kurang sedikit. Ada 9 missed call tertera di layar handphonenya. Ternyata Lembayung, belum lama tadi perempuan itu menghubunginya. Sambil sedikit demi sedikit mengumpulkan kesadarannya, Jali balas menghubungi Lembayung. Lama sekali tidak ada jawaban, sampai akhirnya telfon itu putus sendiri. Jali mencoba lagi. Lama.. ketika ia hampir menyerah, dari ujung telfon suara Lembayung terdengar juga..
“Jal..”
Suara di ujung sana terdengar letih
“Kenapa Bay?”
Tidak ada suara sedikitpun selain gemerisik sambungan telepon bercampur dengan desau angin.
“Bay,,”
Lagi lagi tidak ada jawaban
“Bay ini Jali Bay..”
“Iya..”
Balas Lembayung lemah
“Bay lo dimana Bay?
Lo kenapa sih?”
Jali mulai resah
“Jal..”
“Iya ini gue Bay, Ini Jali..”
“Jal,, tolongin gue Jal..”
“Gue bisa Bantu apa Bay?”
“Gue di depan telfon umum biasa Jal..”
“Bay, lo gila yah jam segini masih diluar rumah sendirian?
Lo cewe kali Bay!
Ya udah, lo jangan kemana-mana. Lo tunggu gue di sana. Inget Bay, lo jangan kemana-mana..!”
Jali menyabet sweaternya yang tergantung di kursi seraya meraih kunci mobil di atas mejanya. Ketika keluar dari pintu kamarnya, tiba-tiba pintu kamar orang tuanya terbuka.
“Mau kemana kamu malam-malam begini Jal?”
“Cari angin, Bu.”
Jawab Jali terburu buru
“Hm. Perempuan itu lagi ya. Ibu sudah bilang berapa kali Jal, berhubungan dengan perempuan itu ga akan mendatangkan keuntungan apapun untuk kamu.”
Ibu Jali berkata kata dengan nada dalam dan dingin.
“Bu! Dalam suatu hubungan yang dicari bukan untung atau rugi, ini bukan jualan, Bu. Oh iya, by the way, perempuan itu punya nama. Namanya Lembayung.”
Jali meninggalkan ibunya dalam kegelapan.Lalu, mengeluarkan mobilnya dari garasi dan bergegas mengebut laju kendaraannya di atas aspal jalanan Ibukota yang lenggang.

>>><<<

2 comments:

amaliasekarjati September 9, 2009 at 1:39 PM  

kak shirleeeyyy, gaya SMAnya berasa banget nihhh di episode ini. agak-agak gimanaaa gituu. hehehe. tapi suka kok teteppp, tetep ada yang okenya, pas si lembayung bilang kalau si Anda itu masalahnya, hehehe. likess :D

ditunggu yang keenaaaaaaaammmm!

shirebel September 10, 2009 at 11:49 PM  

hehehe. kebaca benget ya kar gaya SMA-nya? hahaha. hehehe. mohon dimaklumin aja deh yaa. heee. :) trimsi ya sekar pembaca setia yang layak mendapat sebuah piring cantik :)