Skip to main content

sejarah


Seperti bait-bait terakhir dalam skenario yang ditulis oleh Ayu Utami dalam 'Ruma Maida':
Sejarah, yang manis kita rayakan, yang sakit, kita catat agar tidak terulang kembali.*

Mungkin tanpa sadar, pola inilah yang saya lakukan. Mencatat kesakitan untuk tidak mengulang kegagalan, mencoba mengurangi kesakithatian.
Namun nyatanya mencatat tidak selalu menyelamatkan saya dari tindakan repetitif akan kebodohan yang sama.
Saya jadi malu.
Lantas apa bedanya saya dengan para pemimpin negeri ini?

20.11.2010
23:45

*kutipannya tidak persis demikian, namun kurang lebih seperti itu.

Comments

Popular posts from this blog

stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
Menjadi dewasa adalah memahami sebuah kesadaran:
bahwa hidup adalah peralihan dari sebuah kegelisahan ke kegelisahan lain

semoga kita semua dilimpahi hikmat dan kebijaksanaan untuk dapat menerima kegelisahan-kegelisahan yang mampu kita tanggung

seburuk-buruknya, kita masih bisa menyesap beberapa cangkir anggur sambil mentertawai dan mengutuk-ngutuk keadaan


kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan