Sunday, November 21, 2010

sejarah


Seperti bait-bait terakhir dalam skenario yang ditulis oleh Ayu Utami dalam 'Ruma Maida':
Sejarah, yang manis kita rayakan, yang sakit, kita catat agar tidak terulang kembali.*

Mungkin tanpa sadar, pola inilah yang saya lakukan. Mencatat kesakitan untuk tidak mengulang kegagalan, mencoba mengurangi kesakithatian.
Namun nyatanya mencatat tidak selalu menyelamatkan saya dari tindakan repetitif akan kebodohan yang sama.
Saya jadi malu.
Lantas apa bedanya saya dengan para pemimpin negeri ini?

20.11.2010
23:45

*kutipannya tidak persis demikian, namun kurang lebih seperti itu.

0 comments: