Skip to main content

memahami masa depan

Isi dan kedalaman hati.
Manusia mungkin tidak dapat mengetahui, namun bisa mencoba untuk memahami.

Seorang teman pernah bilang, bahwa proses mengenal seseorang itu tidak akan pernah berhenti sampai individu tersebut mati.
Karena manusia itu dinamis, mereka berubah, kadang hingga tak tentu arah.
Perilakunya kadang tak sesuai dengan ekspektasi dari mereka-mereka yang katanya telah mengenalnya.
Hari ini demikian, di masa depan belum tentu seperti harapan, bisa jadi tak lagi dapat diandalkan.

Ah, masa depan..
Rasanya seperti jauh dan mengambang.
Saya jadi merenungkan kata-kata Pidi Baiq-The Panas Dalam:
“Manusia itu tidak akan pernah sampai di masa depan.
Karena yang kita punya cuma sekarang, hari ini.
Dan hari ini, harus lebih baik dari hari kemarin.”

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan