Skip to main content

Posts

Showing posts from 2011

di muka meja makan

pada suatu malam di muka meja makan.........

"pada usia tuanya ia merasa begitu kesepian. bahkan memohon untuk didoakan. aku memperhatikan gelagatmu yang mengarah ke situ. aku tak ingin kau berakhir demikian. apa kau masih percaya tuhan?"
"............
aku..aku masih percaya tuhan."
"bagaimana dengan imanmu? aku ragu, aku cemas, kalau kalau imanmu tak mengakar jauh ke dalam tanah. jangan jangan imanmu dibangun di atas pasir.."
"...sebutlah kalau saat ini aku tengah dalam fase pencarian. semenjak kecil kau membesarkanku dengan dasar dasar agama yang kuat. tapi ini saatnya bagiku untuk mencarinya. aku ingin mengalaminya. aku tidak ingin mengimaninya dengan hati yang buta."
"aku takut perilakumu adalah buah kesalahanku, sedari kecil memberikanmu beragam buku. ketika besar kuperhatikan bacaanmu, jangan-jangan karena itu."
"jangan bilang begitu. bukan salahmu. engkau telah membesarkanku dengan kasih dan aku tidak mempersalahkanmu atas …

duh, susan

duh susan, mengapa engkau curang dengan tak kunjung jadi gede
kalau saja kamu tahu, pas makin gede, ternyata tidak mudah untuk memutuskan untuk jadi ini atau itu
duh susan, gara gara lagumu waktu kecil aku kadang membayangkan kehidupanku pada masa mendatang
berdiri merenung menyender di jembatan penyeberangan dengan rambut terurai dan setelan khas pekerja kantoran
aku pikir itu keren tapi ternyata bagi kebanyakan orang itu menyedihkan
karena akhirnya itu kejadian. aku sering nyender di jembatan dengan rokok sebatang, lalu orang yang lalu lalang menatapku dengan pandangan setengah aneh setengah kasihan
duh susan ternyata makin ke sini aku gak pengen jadi pekerja kantoran, naifnya aku lebih pengen jadi seniman
duh susan, gimana kalau kita tukeran, kamu yang jadi gede, dan aku tetap tinggal di masa kecil, tanpa perlu mikir yang gini-ginian

duh kak ria, sesungguhnya engkau keterlaluan,
sekarang aku tahu kenapa engkau menciptakan susan.

melulu tentang napsu

"Besides, when women don't dress according to Shariah law, they're asking to get raped." Ramli Mansur, Bupati Aceh Barat Untuk berita selengkapnya silahkan klik link berikut: http://www.thejakartaglobe.com/home/west-aceh-district-chief-says-shariah-law-needed-or-there-will-be-hell-to-pay/391699
Khusus bagi kaum hawa, Foke menyarankan agar mereka berhati-hati sekaligus melakukan upaya pencegahan saat menggunakan jasa angkutan. "Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga. Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang," katanya sembari bercanda. "Harus menyesuaikan dengan lingkungan sekelilingnya supaya tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan," Fauzi Bowo (Foke), Gubernur DKI Jakarta Untuk berita selengkapnya, silahkan klik link berikut: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2011/09/16/brk,20110916-356605,id.html?utm_source=twitte…
sesungguhnya pergi bukan berarti berhenti
ia adalah mula dari segala
perjalanan mengalami lalu menjadi
mencari dan usaha untuk menemukan
asing kenal belajar lalu tinggal


ada yang bilang pelabuhan ada yang mengatakan pulang
dalam hidup ada pengecualian untuk beberapa hal untuk aku kamu dia mereka kita? itu mengerikan. sebab harus dilandasi kesepakatan yakin? itu menakutkan. sebab di dunia yang paling konstan hanyalah perubahan
hidup? hiduplah. meski kekecewaan, kesakitan, kepedihan, kepiluan, adalah yang tersetiakawan

waktu

Senin, 5 September 2011

hari itu akhirnya saya sadar kalau waktu memang bukan tanding yang seimbang
pukul tujuh kurang berangkat menuju kampus, setelah menghabiskan semalam tanpa tidur. hawa libur lebaran masih kental terasa. jalanan lengang, uki masih sepi, 117 tak kunjung datang. sekalinya ada 117 melintas, terpaksa saya naik meski harus berdiri.

sampai di gading serpong saya menuju ke SMS untuk mencari sarapan pagi. sialnya semua kedai kopi belum beroperasi. duduk di muka pintu masuk mall ditemani beberapa batang rokok sembari menunggu jam sembilan. badan sedang tidak bisa diajak berkooperasi. rasanya berat, pegal, sakit.

sebuah kedai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, saya masuki, memesan sarapan. rupanya selera makan tidak tergugah melihat hidangan yang tersedia. pikir saya: mungkin pengaruh hormon, mungkin kurang darah. menstruasi, anemia, dan semalaman digerogoti nyamuk rasanya cukup untuk membuat mood kurang bagus di pagi hari. ac yang mengarah langsung ke badan memperparah ke…
"Sudah jo, nyanda usah beking saki hati pa orang lain. Biar jo dorang beking saki hati pa torang, mar yang penting torang so beking bae-bae no pa dorang."*
Perkataan Ibu saya, pada suatu siang, dalam bahasa Manado.
*"Sudahlah, jangan nyakitin hati orang lain. Biar aja mereka nyakitin hati kita, yang penting kita udah memperlakukan mereka dengan baik."
kalau tulisan "mandi di mata air" dibaca dengan "mandi air mata"........................................
sendu sendu beribu
rindu rindu hingga ke sembilu
semoga sendu yang merindu selalu meliputi kota ibu
amin
i still vaguely remember those good old days
family gatherings
dressed up in a sleeveless blouse, mini skirt, heels
and those quirky-look-alike-half-burned-cigarette-earrings
she sat on a chair, with a cig slipped on her fingers
i came towards her and said: "Oma, why are you smoking?"
she just laughed
today, if only she could get up from that coffin, she'd probably asked me the very same question, just to make us even

as i get older, i heard about her acceptance
and it touched me deeply

today, i just realized that she's always been one of my role model, and i simply adore her

Goodbye Oma Ade
'till we meet again :")

seputar s******

Seputar bimbingan: "Kemane aje lu?"
"Lah, baru sampe sini lu?"
"Bahan yang gue kasih, yang 'Cognitive Semiotics' udah lu baca belom?" "Errr, yang mana ya, Pak?" "Hadeeeeh, sini gue kasi lagi." "..." *Referensi udah segudang udah mau nangis nih.
Seputar setres. Di Gramedia SMS. Sembari menunggu Indra cari buku. Dini curhat seputar bimbingan. Cape. Duduk. Bengong. "Gimana ya Din..." *menghela napas Tiba tiba mata tertuju pada sebuah buku berjudul "YA ALLAH TOLONG AKU." Men.
Curhat Dini berlanjut. Klimaks. Aduh kenapa harus ada yang namanya skripsi. Tepat ketika pikiran tersebut terlintas sebuah buku berjudul "WHY" tertangkap mata. 
HUFTZ.
hari ke-tujuh
yang paling dibenci dalam seminggu

kosong. saat yang lain merasa penuh
sakit. saat yang lain malah sembuh
tidak bisa berhenti mengeluh
dipenjara jenuh
rindu pada yang tengah jauh

muak penat pedih, saling menumbuk, bertumpuk


seandainya yang ke-tujuh mampu terbunuh dengan suara sapi melenguh ah, seperti tak ada cara yang lebih ampuh

hanya dapat berharap terbangun pada suatu minggu, dan cinta akan itu diam diam tumbuh

judge yourself

*Baca tulisan ini dengan kepala dingin dan hati tenang ya. Tidak ada maksud untuk menyinggung, menyerang, apalagi mempersalahkan atau mengkambinghitamkan pihak manapun. Inilah buah dari kegundahan yang telah lama bersarang dalam hati.*
Pasar Minggu. Pukul 21.00 lewat, Sabtu malam.
Jalan utama dipenuhi kendaraan padat merayap. Rata-rata motor yang berseliweran dikendarai lelaki, baik tua dan muda usia yang berbaju koko, lengkap dengan peci dan sarung. Sementara di atas beberapa mikrolet sewaan, sekitar sepuluh anak tanggung menggaungkan teriakan-teriakan kurang jelas. Beberapa terlihat menggunakan kesempatan untuk belajar merokok. Yang sisanya, musti puas bergelantungan dengan mempercayakan hidupnya pada pijakan tipis di atas plat nomor mikrolet meski sedikit was-was. Rupa-rupa bendera berkibar, baik yang dipegang oleh penumpang motor maupun mikrolet.

Ada apa di Pasar Minggu dengan kemacetannya yang tidak terasa wajar malam itu? Nampaknya entah di bagian sebelah mana Pasar Minggu sebuah …
So yeah, let's close the distance with our closeness. i close you,

welcome back, MDP

MDP is coming back. Take over my life, rule my world. Yes, this is such a perfect timing. Thank you!
Trouble sleeping, feeling tired (even exhausted) all the time, having too many things in mind, having twice period time in a month, feeling blue most of the times, having suicidal thought, suffered from anemia.
And i dont really wanna talk about it, to be honest. But maybe you should know. Because I don't wanna sounds like a self centered who's looking for more and more love and attention. No, i'm not.
i just want peace, here, in my mind.

the answer to this feelings

"I used to love to write. As a child I used to write all the time. I loved to write up until the second I got my first professional writing job. It turns out it’s not that I hate to write.
I hate, simply, to work. I just hate to work, period. I am profoundly slothful. Practically inert. I have no energy. I never have. I just have no desire to be productive. Now that I realize I don’t hate to write, that I just hate to work, it makes writing easier."
Fran Lebowitz
Perempuan itu tidak pandai mencerna emosi.

Butuh ratusan menit, untuk sekedar mengakui.

duduk gemetar, melangkah pun gentar
air matanya sudah makin sulit jatuh, padahal ia tak lagi tangguh
perasaan makin tak patuh, malah main main dengan metabolisme yang makin rapuh
gigi yang gemeretak memaksa jari jari bergerak
lutut yang lemas tanpa disengaja bergoyang bebas
hati kebas, dalamnya yang luas, berdesir desir seperti terkena ayunan kipas
intensitas menghisap makin tak terbatas
paru paru sudah lama jadi asbak yang sigap menampung asap
mau marah sampai ingin muntah
dicobanya pasrah
dengan berserah
tapi tentram belum juga singgah

Perempuan itu memang tidak pandai mencerna emosi.

Memory

Bandara.
Wajahmu sendu membingkai sepasang mata kecil yang sembap. Ragamu mungkin siap berangkat, namun hatiku tidak rela melepas.
Aku tidak bernafsu untuk mencecarmu dengan kata. Karena lidah ini terlalu kelu untuk bisa bicara. Maka peganglah tanganku dan rasakan lembutnya sentuhan yang menahanmu untuk beranjak dari negeri ini.
Namun genggamanmu seperti hendak mengajarku untuk mengerti. Usapan halus itu mengatakan: "Aku harus pergi."
Maka aku memberanikan diri untuk bersuara. Karena aku tahu bahwa kamu tidak akan mulai kalau aku tidak membuka.
"Kalau ada satu hal dari aku yang bisa kamu sertakan dalam perjalananmu, apakah itu?"
Aku berharap kamu akan menjawab: "Kamu."
Kamu tersenyum tipis. Begitu samar sampai aku takut keliru menafsirkan tarikan bibirmu itu sebagai ekspresi sinis yang berusaha kamu sembunyikan.
"Bukan kamu, bukan sweater kamu, bukan jurnal harian kamu, bukan itu semua, Ling."
Aku terhenyak. Kenapa bukan sweater ini, yang selalu…

masih begitu

satu dua hisap pengharapan yang disempurnakan dengan beberapa tenggak ciu
adalah implementasi dari merindu
di sudut sepasang mata sembap akan kau temukan haru
yang tak terbendung, selalu memaksa naik meski ditahan dalam lubuk terjauh
kita ini manusia manusia rapuh
mencoba kuat walau tiap kali dideru
menahan sakit tertusuk sembilu
menanggung perih juga malu
yang cukup beruntung akan menemukan sebuah sandaran bagi kepala untuk ditaruh
yang agak buntung menemukan diri cuma jadi benalu
yang paling mujur adalah berdua menghisap candu
sampai maut datang, bukannya remuk, tapi jadi sembuh.

Sejarah adalah Sekarang 5 (Bulan Film Nasional 2011)

Kineforum, bioskop alternatif non komersil yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta dan para relawan muda, kembali menggelar Bulan Film Nasional sepanjang Maret ini.


Masih mengusung tema "Sejarah Adalah Sekarang", dalam tahun kelima ini seperti biasa para penikmat film Indonesia bisa menyaksikan film-film nasional berkualitas dari jaman ke jaman.
45 film yang diputar terbagi dalam beberapa program besar, yaitu:
Body of Works (Usmar Ismail); Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar; Superhero; Bukan Sekedar Profesi; Warna-Warni Perempuan; Peran Pemeran; Film Anak Indonesia; Festival Film 80-an (Film Keluarga); Terekam, Terdengar Terlihat.
Sementara itu disamping pemutaran film, rangkaian acara lain yang juga dapat dihadiri oleh pengunjung Kineforum antara lain:
Pameran Sejarah Bioskop dan Kebijakan Film di Indonesia. Berlangsung di Galeri Cipta III, setiap hari dari pukul 13.00 hingga 20.00; Diskusi (Dari Gambar Tangan ke Layar lebar) - sudah lewat; Klinik Kritik Film - sudah lewat; …

win the battle, come home soon

a cigarette slipped between my left hand's fingers i let myself swing to the tune as the smokes slowly spread into my lungs and filled my head, we met in my thoughts i see you, you see me. we're running, walking, slowly drifting apart by miles, the situation never seemed to take sides on feelings our egos and prides, blocks the way there are times when it's mine, and maybe now it's yours. with your physical attendance, a nice warm evening conversation would be lovely. with a cup of coffee, or maybe tea. you'll smoke, and i'll delightfully watch. so please, talk, talk, talk... i won't feel bored, even for a glance win the battle, come home soon.

disappointment has a name

"If only you could turn back the time and change anything ever happened back there, will you?"
Setiap kali dihadapkan pada pertanyaan ini saya selalu menjawab: "Tidak." Sebab saya yakin dan percaya, segala hal baik baik serta (terutama) yang buruk, yang terjadi di masa lalu saya lah yang membentuk dan menjadikan saya menjadi pribadi yang seperti ini.
Namun bila subjek pertanyaannya diganti, maka jawaban saya akan berbeda. I never want the situation to be different for me. But if only i could turn back the time and make it up for someone else, the most precious person in my life. I'd totally do it. Even if that means that i won't be here.
"You're talking shit again. Disappointment has a name, its heartbreak, heartbreak warfare." Mayer, John

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"

sisih

untuk semua yang merasa tersisih along the way. sorry.

terlalu banyak Tuhan

Ia lalu pergi. Mengapa?

"Karena terlalu banyakTuhan dalam percakapan kita."
"Apa salahnya?"
"Justru karena itu terlalu benar.."

Dan mencengkram lengannya erat-erat bukanlah jalan keluar. Ia tidak akan tertahan. Itu tidak akan membawa perubahan. Namun dengan mencengkramnya sekuat tenaga setidaknya ada kelegaan yang saya rasakan.
Bahwa saya tahu, saya pernah berusaha, sekuat tenaga untuk mempertahankan, meski akhirnya itu gagal.

hak tubuhku

Dunia ini, entah bagaimana mulainya, terkonstruksi jadi dunia pria.
Mungkin salah kitab Taurat yang menuliskan bahwa Adam dicipta lebih dahulu dari Hawa. Dan Hawa tercipta karena Adam terlihat kesepian. Hawa adalah tokoh yang dihadirkan di tengah perjalanan, development character. Fungsinya hanya sebagai pelengkap. Agar Adam tidak sendirian, agar Adam punya tanggungan. Kalau di film, jelas bahwa peran Hawa hanyalah sebagai Artis Pendukung Wanita.

Perempuan tidak pernah jadi Nabi, atau tokoh pemuka agama besar layaknya Yesus, Muhammad, atau Siddharta Gautama. Dengan budaya patriarkhi yang lebih lazim dari matriarkhi. Dengan suami yang notabene lelaki, yang diamini serta diimani sebagai kepala dari sebuah keluarga, perempuan hampir selalu jadi warga kelas dua dalam dunia dimana lelaki berkuasa.

Seperti tidak punya hak akan tubuh mereka serta anak-anak yang dilahirkannya, itulah perempuan. Setelah sembilan bulan dalam kandungan, anak yang lahir lalu jadi anak Bapaknya. Terima kasih kepad…

my precious...

"Lo kapan mau nikah?" "Kemaren." - "I think you're the most beautiful girl from the first time i saw you. But I'm married." - "Jangan bilang gue gak dapet sendok." "Harusnya kalo dia profesional sih udah dia kasih." - "But I'm a she-male.." - "Abis duduk di bangku goyang, gue tiduran di aspal." - "DADA gue robek. Tuker dong." - "Maklumin gue dong.." - "Gue sayang deh sama lo..." - "Kok abis gue perawanin lo gak pernah ngabarin sih?" "Anj*ng." -
"Hello I love you, won't you tell me your name?"
- "Gue belom pernah nonton 3D, film luarnya udah keburu gak ada duluan." - "Coba lo kayak gitu, gue pasti suka." - "Rumah lo di mana?" "Kemayoran." "Baru apa lama?" "..." - "Mbak, dapet salam dari yang itu. Namanya siapa?" - Great time with great company. Precious.
masalahnya: bukan karena kurang mengerti atau tidak sadar dirijustru karena terlalu paham dan sangat menyadari kapasitas

setia

Rasanya ingin saya mengkonstruksi ulang esensi dan makna yang terkandung dibalik kata 'setia'.
Sebab bagaimana kalau kesetiaan itu bukan buah dari tulusnya pengabdian? Bagaimana kalau kesetiaan itu hanyalah sebuah keterpaksaan, yang lahir dari ketiadaan akan pilihan lain?
Bagaimana kalau kesetiaan itu hanyalah masalah kebiasaan?
Maka bisakah saya bilang bahwa sesungguhnya setia adalah sebuah hal yang biasa saja?

*Terinspirasi dari statement Yosep Anggi Noen, salah satu sutradara dokumenter Working Girls.

chega

s: "I'm thinking about making a passport" x: "Oh yeah. are you planning on going somewhere?" s: "Well yeah" x: "So where that would be?" s: "Timor Leste" x: "Well.."

kembali

Setelah melewati perjuangan penuh amarah yang teramat emosional selama sebelas hari, penjelasan berulang-ulang serta sedikit banyak bentakan yang terlepas pada delapan customer service officer sebuah provider penyedia layanan internet terkemuka di Indonesia, serta kurang lebih Rp.210.000,- yang terbuang..
Akhirnya saya kembali.
Semoga kehadiran saya ini bukan malah jadi mimpi buruk bagi anda sekalian.