Skip to main content

setia

Rasanya ingin saya mengkonstruksi ulang esensi dan makna yang terkandung dibalik kata 'setia'.
Sebab bagaimana kalau kesetiaan itu bukan buah dari tulusnya pengabdian?
Bagaimana kalau kesetiaan itu hanyalah sebuah keterpaksaan, yang lahir dari ketiadaan akan pilihan lain?
Bagaimana kalau kesetiaan itu hanyalah masalah kebiasaan?
Maka bisakah saya bilang bahwa sesungguhnya setia adalah sebuah hal yang biasa saja?

*Terinspirasi dari statement Yosep Anggi Noen, salah satu sutradara dokumenter Working Girls.

Comments

bisa dibilang setia itu kompleks ??
shirebel said…
justru menurut saya setia itu jadinya biasa saja.

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan