Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2011

terlalu banyak Tuhan

Ia lalu pergi. Mengapa?

"Karena terlalu banyakTuhan dalam percakapan kita."
"Apa salahnya?"
"Justru karena itu terlalu benar.."

Dan mencengkram lengannya erat-erat bukanlah jalan keluar. Ia tidak akan tertahan. Itu tidak akan membawa perubahan. Namun dengan mencengkramnya sekuat tenaga setidaknya ada kelegaan yang saya rasakan.
Bahwa saya tahu, saya pernah berusaha, sekuat tenaga untuk mempertahankan, meski akhirnya itu gagal.

hak tubuhku

Dunia ini, entah bagaimana mulainya, terkonstruksi jadi dunia pria.
Mungkin salah kitab Taurat yang menuliskan bahwa Adam dicipta lebih dahulu dari Hawa. Dan Hawa tercipta karena Adam terlihat kesepian. Hawa adalah tokoh yang dihadirkan di tengah perjalanan, development character. Fungsinya hanya sebagai pelengkap. Agar Adam tidak sendirian, agar Adam punya tanggungan. Kalau di film, jelas bahwa peran Hawa hanyalah sebagai Artis Pendukung Wanita.

Perempuan tidak pernah jadi Nabi, atau tokoh pemuka agama besar layaknya Yesus, Muhammad, atau Siddharta Gautama. Dengan budaya patriarkhi yang lebih lazim dari matriarkhi. Dengan suami yang notabene lelaki, yang diamini serta diimani sebagai kepala dari sebuah keluarga, perempuan hampir selalu jadi warga kelas dua dalam dunia dimana lelaki berkuasa.

Seperti tidak punya hak akan tubuh mereka serta anak-anak yang dilahirkannya, itulah perempuan. Setelah sembilan bulan dalam kandungan, anak yang lahir lalu jadi anak Bapaknya. Terima kasih kepad…

my precious...

"Lo kapan mau nikah?" "Kemaren." - "I think you're the most beautiful girl from the first time i saw you. But I'm married." - "Jangan bilang gue gak dapet sendok." "Harusnya kalo dia profesional sih udah dia kasih." - "But I'm a she-male.." - "Abis duduk di bangku goyang, gue tiduran di aspal." - "DADA gue robek. Tuker dong." - "Maklumin gue dong.." - "Gue sayang deh sama lo..." - "Kok abis gue perawanin lo gak pernah ngabarin sih?" "Anj*ng." -
"Hello I love you, won't you tell me your name?"
- "Gue belom pernah nonton 3D, film luarnya udah keburu gak ada duluan." - "Coba lo kayak gitu, gue pasti suka." - "Rumah lo di mana?" "Kemayoran." "Baru apa lama?" "..." - "Mbak, dapet salam dari yang itu. Namanya siapa?" - Great time with great company. Precious.
masalahnya: bukan karena kurang mengerti atau tidak sadar dirijustru karena terlalu paham dan sangat menyadari kapasitas