Skip to main content

terlalu banyak Tuhan

Ia lalu pergi. Mengapa?

"Karena terlalu banyak Tuhan dalam percakapan kita."
"Apa salahnya?"
"Justru karena itu terlalu benar.."

Dan mencengkram lengannya erat-erat bukanlah jalan keluar. Ia tidak akan tertahan. Itu tidak akan membawa perubahan. Namun dengan mencengkramnya sekuat tenaga setidaknya ada kelegaan yang saya rasakan.
Bahwa saya tahu, saya pernah berusaha, sekuat tenaga untuk mempertahankan, meski akhirnya itu gagal.

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan