Wednesday, March 23, 2011

masih begitu

satu dua hisap pengharapan yang disempurnakan dengan beberapa tenggak ciu
adalah implementasi dari merindu
di sudut sepasang mata sembap akan kau temukan haru
yang tak terbendung, selalu memaksa naik meski ditahan dalam lubuk terjauh
kita ini manusia manusia rapuh
mencoba kuat walau tiap kali dideru
menahan sakit tertusuk sembilu
menanggung perih juga malu
yang cukup beruntung akan menemukan sebuah sandaran bagi kepala untuk ditaruh
yang agak buntung menemukan diri cuma jadi benalu
yang paling mujur adalah berdua menghisap candu
sampai maut datang, bukannya remuk, tapi jadi sembuh.

Sunday, March 20, 2011

Sejarah adalah Sekarang 5 (Bulan Film Nasional 2011)

Kineforum, bioskop alternatif non komersil yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta dan para relawan muda, kembali menggelar Bulan Film Nasional sepanjang Maret ini.


Masih mengusung tema "Sejarah Adalah Sekarang", dalam tahun kelima ini seperti biasa para penikmat film Indonesia bisa menyaksikan film-film nasional berkualitas dari jaman ke jaman.
45 film yang diputar terbagi dalam beberapa program besar, yaitu:
  • Body of Works (Usmar Ismail); 
  • Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar; 
  • Superhero; 
  • Bukan Sekedar Profesi; 
  • Warna-Warni Perempuan; 
  • Peran Pemeran; 
  • Film Anak Indonesia; 
  • Festival Film 80-an (Film Keluarga); 
  • Terekam, Terdengar Terlihat.

Sementara itu disamping pemutaran film, rangkaian acara lain yang juga dapat dihadiri oleh pengunjung Kineforum antara lain:
  • Pameran Sejarah Bioskop dan Kebijakan Film di Indonesia. Berlangsung di Galeri Cipta III, setiap hari dari pukul 13.00 hingga 20.00; 
  • Diskusi (Dari Gambar Tangan ke Layar lebar) - sudah lewat; 
  • Klinik Kritik Film - sudah lewat; 
  • Diskusi film-film karya Usmar Ismail bersama Forum Lenteng; 
  • Belajar Bersama (Kerja Kamera dalam film Anak Seribu Pulau); 
  • Konser Musik. Rabu, 30 Maret 2011. Pk. 19.30. HTM: Rp 25.000. Menampilkan tiga band yang mewakilkan tiga 'mood' genre film yang berbeda, yaitu: Bonita & The Hus Band (Drama), Kelelawar Malam (Horror), Notturno (Noir). Pada hari yang sama, pukul 17.00, akan diadakan pemutaran perdana "Semalam di Rumah Bonita", karya paul Agusta.

Untuk mengunduh jadwal lengkap pemutaran film serta rangkaian acara, silakan klik di sini.

Pada tahun ini, salah satu hal yang menjadi kendala adalah kondisi beberapa film yang memang secara usia sudah cukup tua. Sehingga pihak Kineforum pun merasa perlu untuk terlebih dahulu meminta maaf apabila terjadi gangguan dalam pemutaran yang mengakibatkan film tidak bisa dinikmati secara optimal.
Memang harus diakui bahwa kondisi penyimpanan dan pengarsipan film di Indonesia belum begitu baik.
Maka dari itu, dengan adanya event Bulan Film Nasional ini, diharapkan masyarakat penikmat film Indonesia bisa lebih peduli mengenai pengarsipan film-film Nasional.

Kineforum sendiri berlokasi dalam kompleks TIM (Taman Ismail Marzuki), JL. Cikini Raya no. 73. Letaknya persis di belakang Galeri Cipta III. Dengan kapasitas 45 kursi, setiap harinya pemutaran film berlangsung tiga kali. Masing-masing pukul 14.15, 17.00, dan 19.30. 
Namun memasuki minggu terakhir (terhitung semenjak Rabu, 24 Maret 2011 hingga Rabu, 31 Maret 2011) Bulan Film Nasional, Kineforum menambah satu venue pemutaran, yaitu di Studio I XXI TIM, yang memiliki kapasitas 139 kursi. Hal ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang ingin menikmati film-film Nasional terpilih, yang sudah barang tentu berkualitas.

Perlu dicatat juga bahwa penonton tidak dikenakan biaya atas karcis, alias gratis. Tapi untuk mendapatkan karcis, calon penonton diharap datang satu jam sebelum pemutaran, agar tidak kehabisan. Setelahnya, calon penonton yang telah mendapatkan karcis diharapkan untuk datang ke studio tepat waktu serta menonton film secara penuh dari awal sampai akhir, agar tidak mengganggu penonton yang lain. Sebab selain menonton, di Kineforum kita belajar untuk menjadi penonton yang baik, dengan film-film yang baik pula.

Tunjukkan kecintaan serta dukungan Anda akan Perfilman Nasional dengan menghadiri Event Bulan Film Nasional, Sejarah Adalah Sekarang 5, di Kineforum. Karena nasionalisme tumbuh sebab dipupuk dari muda, serta dimulai dengan hal yang paling kecil, bisa jadi, dari menonton film.

p.s.: Memasuki hari keduapuluh masa Bulan Film Nasional, postingan ini mungkin terlihat sangat terlambat. But since some says better late than never (#ngeles), i still insist to post this.

Tuesday, March 15, 2011

win the battle, come home soon

a cigarette slipped between my left hand's fingers
i let myself swing to the tune
as the smokes slowly spread into my lungs and filled my head, we met in my thoughts
i see you, you see me.
we're running, walking, slowly drifting
apart by miles, the situation never seemed to take sides on feelings
our egos and prides, blocks the way
there are times when it's mine, and maybe now it's yours.
with your physical attendance,
a nice warm evening conversation would be lovely.
with a cup of coffee, or maybe tea.
you'll smoke, and i'll delightfully watch.
so please, talk, talk, talk... i won't feel bored, even for a glance
win the battle, come home soon.

Sunday, March 13, 2011

disappointment has a name

"If only you could turn back the time and change anything ever happened back there, will you?"

Setiap kali dihadapkan pada pertanyaan ini saya selalu menjawab: "Tidak."
Sebab saya yakin dan percaya, segala hal baik baik serta (terutama) yang buruk, yang terjadi di masa lalu saya lah yang membentuk dan menjadikan saya menjadi pribadi yang seperti ini.

Namun bila subjek pertanyaannya diganti, maka jawaban saya akan berbeda.
I never want the situation to be different for me. But if only i could turn back the time and make it up for someone else, the most precious person in my life. I'd totally do it. Even if that means that i won't be here.

"You're talking shit again.
Disappointment has a name, its heartbreak, heartbreak warfare." Mayer, John

Saturday, March 05, 2011

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"

Friday, March 04, 2011

sisih


untuk semua yang merasa tersisih along the way.
sorry.