Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

duh, susan

duh susan, mengapa engkau curang dengan tak kunjung jadi gede
kalau saja kamu tahu, pas makin gede, ternyata tidak mudah untuk memutuskan untuk jadi ini atau itu
duh susan, gara gara lagumu waktu kecil aku kadang membayangkan kehidupanku pada masa mendatang
berdiri merenung menyender di jembatan penyeberangan dengan rambut terurai dan setelan khas pekerja kantoran
aku pikir itu keren tapi ternyata bagi kebanyakan orang itu menyedihkan
karena akhirnya itu kejadian. aku sering nyender di jembatan dengan rokok sebatang, lalu orang yang lalu lalang menatapku dengan pandangan setengah aneh setengah kasihan
duh susan ternyata makin ke sini aku gak pengen jadi pekerja kantoran, naifnya aku lebih pengen jadi seniman
duh susan, gimana kalau kita tukeran, kamu yang jadi gede, dan aku tetap tinggal di masa kecil, tanpa perlu mikir yang gini-ginian

duh kak ria, sesungguhnya engkau keterlaluan,
sekarang aku tahu kenapa engkau menciptakan susan.

melulu tentang napsu

"Besides, when women don't dress according to Shariah law, they're asking to get raped." Ramli Mansur, Bupati Aceh Barat Untuk berita selengkapnya silahkan klik link berikut: http://www.thejakartaglobe.com/home/west-aceh-district-chief-says-shariah-law-needed-or-there-will-be-hell-to-pay/391699
Khusus bagi kaum hawa, Foke menyarankan agar mereka berhati-hati sekaligus melakukan upaya pencegahan saat menggunakan jasa angkutan. "Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga. Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang," katanya sembari bercanda. "Harus menyesuaikan dengan lingkungan sekelilingnya supaya tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan," Fauzi Bowo (Foke), Gubernur DKI Jakarta Untuk berita selengkapnya, silahkan klik link berikut: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2011/09/16/brk,20110916-356605,id.html?utm_source=twitte…
sesungguhnya pergi bukan berarti berhenti
ia adalah mula dari segala
perjalanan mengalami lalu menjadi
mencari dan usaha untuk menemukan
asing kenal belajar lalu tinggal


ada yang bilang pelabuhan ada yang mengatakan pulang
dalam hidup ada pengecualian untuk beberapa hal untuk aku kamu dia mereka kita? itu mengerikan. sebab harus dilandasi kesepakatan yakin? itu menakutkan. sebab di dunia yang paling konstan hanyalah perubahan
hidup? hiduplah. meski kekecewaan, kesakitan, kepedihan, kepiluan, adalah yang tersetiakawan

waktu

Senin, 5 September 2011

hari itu akhirnya saya sadar kalau waktu memang bukan tanding yang seimbang
pukul tujuh kurang berangkat menuju kampus, setelah menghabiskan semalam tanpa tidur. hawa libur lebaran masih kental terasa. jalanan lengang, uki masih sepi, 117 tak kunjung datang. sekalinya ada 117 melintas, terpaksa saya naik meski harus berdiri.

sampai di gading serpong saya menuju ke SMS untuk mencari sarapan pagi. sialnya semua kedai kopi belum beroperasi. duduk di muka pintu masuk mall ditemani beberapa batang rokok sembari menunggu jam sembilan. badan sedang tidak bisa diajak berkooperasi. rasanya berat, pegal, sakit.

sebuah kedai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, saya masuki, memesan sarapan. rupanya selera makan tidak tergugah melihat hidangan yang tersedia. pikir saya: mungkin pengaruh hormon, mungkin kurang darah. menstruasi, anemia, dan semalaman digerogoti nyamuk rasanya cukup untuk membuat mood kurang bagus di pagi hari. ac yang mengarah langsung ke badan memperparah ke…
"Sudah jo, nyanda usah beking saki hati pa orang lain. Biar jo dorang beking saki hati pa torang, mar yang penting torang so beking bae-bae no pa dorang."*
Perkataan Ibu saya, pada suatu siang, dalam bahasa Manado.
*"Sudahlah, jangan nyakitin hati orang lain. Biar aja mereka nyakitin hati kita, yang penting kita udah memperlakukan mereka dengan baik."