Skip to main content

duh, susan

duh susan, mengapa engkau curang dengan tak kunjung jadi gede
kalau saja kamu tahu, pas makin gede, ternyata tidak mudah untuk memutuskan untuk jadi ini atau itu
duh susan, gara gara lagumu waktu kecil aku kadang membayangkan kehidupanku pada masa mendatang
berdiri merenung menyender di jembatan penyeberangan dengan rambut terurai dan setelan khas pekerja kantoran
aku pikir itu keren tapi ternyata bagi kebanyakan orang itu menyedihkan
karena akhirnya itu kejadian. aku sering nyender di jembatan dengan rokok sebatang, lalu orang yang lalu lalang menatapku dengan pandangan setengah aneh setengah kasihan
duh susan ternyata makin ke sini aku gak pengen jadi pekerja kantoran, naifnya aku lebih pengen jadi seniman
duh susan, gimana kalau kita tukeran, kamu yang jadi gede, dan aku tetap tinggal di masa kecil, tanpa perlu mikir yang gini-ginian

duh kak ria, sesungguhnya engkau keterlaluan,
sekarang aku tahu kenapa engkau menciptakan susan.

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan