Saturday, September 17, 2011

melulu tentang napsu

"Besides, when women don't dress according to Shariah law, they're asking to get raped." Ramli Mansur, Bupati Aceh Barat

Khusus bagi kaum hawa, Foke menyarankan agar mereka berhati-hati sekaligus melakukan upaya pencegahan saat menggunakan jasa angkutan. "Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga. Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang," katanya sembari bercanda.
"Harus menyesuaikan dengan lingkungan sekelilingnya supaya tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan," Fauzi Bowo (Foke), Gubernur DKI Jakarta

Luar biasa bagaimana perempuan seringkali dipojokkan sebagai penyebab atas kejahatan yang terjadi atas dirinya. 
Perempuan yang menggunakan rok mini dan celana pendek dianggap memancing kejahatan? Lalu mengapa lelaki yang bertelanjang dada dianggap sebagai sesuatu yang lumrah? Karena mereka lelaki? Sekarang begini, perempuan dan laki laki itu sesama manusia, punya akal, punya tubuh, punya jiwa, punya NAPSU. Jangan dikira melihat lelaki yang bertelanjang dada tidak menimbulkan gejolak seksual dalam diri perempuan, bung! Bedanya, kami tahu cara mengendalikan diri, dan tidak mempersalahkan kalian atas gejolak yang kalian timbulkan.
Kalian mengatur cara berpakaian kami, kalian memaksa kami untuk menekan dan menyangkal napsu, lalu kembali mempersalahkan kami ketika kemalangan semacam perkosaan menimpa kami. Apa-apaan ini?!

Mungkin benar adanya: "bisa karena biasa." Mungkin pria bertelanjang dada terlalu sering kita lihat di mana-mana sehingga lama-lama terbiasa. Oleh karena itu saya hendak mengusulkan pembudayaan pemakaian rok mini dan hotpants di semua kalangan. Agar para pria semakin terbiasa melihat paha wanita dan belajar mengendalikan diri untuk tidak meraba kalau memang bukan miliknya!

Atau bisa juga kita galang #gerakansatujutatweepsnaikangkotmenggunakanrokminiatauhotpants sebagai aksi protes atas kesemena-menaan yang sudah terlalu lama dirasakan kaum perempuan.

Intinya, wahai para perempuan, jangan mau terima anggapan yang menyebutkan kita sebagai penyebab datangnya kejahatan. Jadi diri sendiri, pakai baju yang membuat kalian nyaman, sesuai yang kalian inginkan! Mau hotpants kek, mau rok mini kek, mau leather pants kek, pake aja, hajar!

Dan kalian, para lelaki yang gak tahan tiap liat paha atau tali BH, lalu bawaaanya jadi ngatur-ngatur cara berpakaian wanita atau nyalah-nyalahin kita, you guys seriously should get laid (cari pacar kek, hts-an kek, apaan aja asal jangan pake maksa, yang sama-sama suka. susah? ya namanya juga hidup bro, pasti susah lah ya, lo bayangin aja susahnya jadi perempuan berapa juta kali ganti generasi dipaksa nahan napsu!)

Sebagai penutup, tadi pagi ada sebuah berita yang cukup, hm, patut kita apresiasi kebesaran hati orang ini dengan permintaan maafnya. Semoga ini adalah ungkapan maaf yang ikhlas, yang bukan sekedar dalam rangka pencitraan. Silahkan klik: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/09/17/09363348/Foke.Minta.Maaf.Soal.Larangan.Pakai.Rok.Mini.di.Angkot "Foke Minta Maaf Soal Larangan Pakai Rok Mini di Angkot"

Terakhir, sebuah tulisan dari teman saya, Maria Goretti, "Jakarta Keras, Sis!" Seputar menjadi perempuan yang tidak mau sekedar diam. Enjoy!

2 comments:

fenny djaja September 21, 2011 at 12:08 PM  

wow! nice! totally agree! :D

shirebel September 21, 2011 at 5:52 PM  

terima kasih :)
mari bersama perangi perkosaan dan diskriminasi atas kaum perempuan!