Skip to main content

pukul setengah dua belas, terbangun dari lelap
ah lagi lagi melewatkan pagi yang telah habis lelah dilumat
menatap langit langit, mengerjap-ngerjap
merenggangkan otot, lambat-lambat
memaksa otak mengingat-ingat
memungut sisa sisa motivasi untuk menjalani waktu yang dirangkum dalam bilangan hari
ke luar dan buka lemari... tak ada kopi
di bawah tudung saji pun, tak tersedia nasi
maka menuju kulkas lah kaki ini pergi
dan potongan semangka merah yang menggugah seperti memanggil-manggil untuk dinikmati
lima potong besar yang manis dan berbiji
sehabisnya, menyalakan rokok sambil bersandar pada tiang jemuran belakang
menunduk sambil menyaksikan semut-semut berdatangan mengerumuni biji yang tadi disisihkan
mendecakkan lidah dan mencecap rasa merah merekah yang tinggal dan diam di sana
kretekku beda sekali
adakah yang lebih segar dari ini?

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan