Saturday, September 29, 2012

hari sabtu
kurang dari dua puluh jam menuju minggu
langit kelabu
kira-kira begini bayangan akan sore itu:

tetes-tetes haru bergantung pada awan menunggu waktu untuk terjatuh sebab tak lagi tahan menahan pilu

lalu tiap-tiap mata yang cukup mampu menatap ke atas tempat para haru itu menggantungkan nasibnya akan kepedihan sendiri hingga kembali mengingat rasa-rasa yang membuat rindu

kamu masih membisu

aku duduk saja menjaring duka yang menusuk-nusuk sembilu

maka "ikhlaskan aku" akan lebih terdengar seperti "ikhlaskah aku?"
waktu tak pernah menunggu
dan hati kita makin makin membatu

masih dekat atau sudah jauh
masih dapat atau sudah tak perlu
terlanjur kaku

kalau suatu waktu engkau sedang terlalu rindu, pasangkan saja lagu itu,
"lalu ingat aku"

sampai bertemu dalam gelombang rindu, pada penampakan semu, dan memori yang membekas terlalu

0 comments: