Skip to main content
hari sabtu
kurang dari dua puluh jam menuju minggu
langit kelabu
kira-kira begini bayangan akan sore itu:
tetes-tetes haru bergantung pada awan menunggu waktu untuk terjatuh sebab tak lagi tahan menahan pilu

lalu tiap-tiap mata yang cukup mampu menatap ke atas tempat para haru itu menggantungkan nasibnya akan kepedihan sendiri hingga kembali mengingat rasa-rasa yang membuat rindu

kamu masih membisu

aku duduk saja menjaring duka yang menusuk-nusuk sembilu

maka "ikhlaskan aku" akan lebih terdengar seperti "ikhlaskah aku?"
waktu tak pernah menunggu
dan hati kita makin makin membatu

masih dekat atau sudah jauh
masih dapat atau sudah tak perlu
terlanjur kaku

kalau suatu waktu engkau sedang terlalu rindu, pasangkan saja lagu itu,
"lalu ingat aku"

sampai bertemu dalam gelombang rindu, pada penampakan semu, dan memori yang membekas terlalu

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan