ibu ibu menangisi anak anak perawan yang lari dari rumah
para ayah meratap diam-diam
dalam senyap saudara sedarah menanggung hati yang susah
tuhan (semoga ia benar adanya) menjamah hati mereka dan penghiburan itu pun dilepas secara cuma-cuma

anak anak perawan meregang nyawa di jalan (yang semoga tak salah)
melawan apa entah
merisaukan banyak hal terlalu
menghutang asa pada banyak nyawa
meminjam emosi dari banyak diri

yang dipunyanya cuma sisa hidup. sedikit banyak. kurang lebih. diamini.

Comments

pandjiputranda said…
.i miss your writings...
shirebel said…
i miss them too :"

Popular posts from this blog