Skip to main content

setelah 'lari-lari' nomor sekian

Kamar. Malam hari.
Hari itu saya baru pulang setelah menghilang selama beberapa hari-yang sudah menjadi kebiasaan.
Saya tengah berjalan menuju kamar mandi ketika Ibu saya masuk ke dalam kamar. Ia terlihat mencari-cari sesuatu di meja rias. Sambil berusaha mencari, ia buka suara,
"jangan suka lari dari masalah.
Mau kamu lari ke mana pun, bayang-bayang masalah itu akan terus menghantui kamu, Dek.". 
Saya tahu ia tengah bicara pada saya, meski wajahnya tidak melihat ke arah saya.
Tidak tahu harus merespon apa, saya terus berjalan menuju kamar mandi. Menutup pintu, lalu menyalakan sebatang rokok. Duduk di atas kloset sambil termenung. Air mata saya lalu jatuh satu persatu. 
Ternyata Ibu sudah terlalu kenal dan mengerti saya.

Comments

Popular posts from this blog

pagi sendu

Halo, selamat pagi.
Hari ini dimulai sendu sekali.
Hujan rintik membasahi.
Dan sama seperti Rain yang dalam "Smoking With God" ingin mengajakMu merokok di balkon lantai dua, aku pun mau.
Seharian bersama bicara berdua, atau saling diam, cukup mensyukuri kehadiran masing-masing, di balkon lantai dua, dengan sebuah jendela yang selalu terbuka, tempat asap kita bermuara.
Halo, mungkin aku rindu, rindu terlalu, hingga terlarut dalam haru.

*Sedikit banyak juga terinspirasi dari karya Rain Chudori - "Smoking With God"
stressed out from eating too much
stressed out from not eating enough
stressed out from thinking too much
stressed out from not caring enough
how can I be the best version of myself if I don't even have the ability to think straight
kalo sepenggal kecurigaan kita ramu dengan benar (benar) maka asumsi asumsi yang kadung mematangkan diri bukannya tidak bisa berubah jadi kenyataan